Notice: Use of undefined constant mod - assumed 'mod' in /home/pdip/domains/pdiperjuangan-jatim.org/public_html/v03/index.php on line 8 Notice: Only variable references should be returned by reference in /home/pdip/domains/pdiperjuangan-jatim.org/public_html/libs/db.php on line 114 Notice: Only variable references should be returned by reference in /home/pdip/domains/pdiperjuangan-jatim.org/public_html/libs/db.php on line 114 Notice: Only variable references should be returned by reference in /home/pdip/domains/pdiperjuangan-jatim.org/public_html/libs/db.php on line 114 Potensi PAD Sidoarjo Tak Sesuai Kondisi Riil
*** Jokowi-JK adalah kita *** Jokowi: Saya Haji, Bapak, Ibu, dan Adik Saya Juga Haji *** Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla *** Ir. H. Joko Widodo ***
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 05 Mei 2010 diposting pada kategori SUARA FRAKSI

Potensi PAD Sidoarjo Tak Sesuai Kondisi Riil

KENAIKAN pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Sidoarjo tahun 2009 ternyata tidak sesuai kondisi riil di lapangan. Kenyataan itu menjadi salah satu catatan dalam pendapat akhir Fraksi PDI Perjuangan terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sidoarjo tahun anggaran 2009.
Pendapat fraksi seperti dibacakan juru bicara Tarkit Erdianto dalam rapat paripurna di gedung dewan, Rabu (5/5), memutuskan, menerima LKPJ bupati, tapi, dengan tiga catatan.

Pertama, meski PAD mengalami kenaikan, tapi, belum maksimal. Sebab, perolehan pendapatan tidak sebesar potensi di lapangan.

"Catatan kepada eksekutif untuk lebih optimal dalam menggali potensi pendapatan sesuai kondisi riil di lapangan," tandas Tarkit.

Kedua, besarnya anggaran aparatur lebih dari 60 persen harus diikuti perbaikan kinerja dan etos kerja di semua satuan kerja perangkat daerah. Ketiga, sarana dan prasarana mutu dan kualitas bangunan harus ditingkatkan. "Dengan melakukan pengawasan yang maksimal dan efektif," tambah Tarkit yang tercatat sebagai anggota Komisi B ini.

Pendapatan Sidoarjo sendiri, seperti dilaporkan panitia khusus LKPJ sesaat sebelumnya, sebesar Rp 1,408 triliun. Nominal tersebut di antaranya berasal dari PAD sebesar Rp 284,66 miliar, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan yang sah.

Untuk jumlah belanja daerah sebesar Rp 1,371 triliun yang merupakan hasil akhir dari item belanja tidak langsung sebesar Rp 830 miliar dan belanja langsung Rp 541,226 miliar. Untuk alokasi anggaran pada item pembiayaan terinci penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp 144,445 miliar. Sedang pengeluaran sebesar Rp 42,271 miliar.

Sementara itu, sisa lebih penghitungan anggaran (Silpa) sebesar Rp 139,514 miliar terkalkulasi dari surplus anggaran pada alokasi belanja daerah sebesar Rp 37,339 miliar dan pembiayaan bersih sebesar 102,174 miliar.

Ketua Pansus LKPJ M Soegiyanto mengatakan, besarnya Silpa karena banyaknya proyek yang gagal dilaksanakan. Soegiyanto yang juga kader PDI Perjuangan ini menambahkan, hal itu terjadi karena kurang efektifnya pengawasan. "Serta kurang maksimalnya pelaksanaan," tandasnya. (her)


Copyright (c) 2007 - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
Host by pusathosting.com & Design by Topiq
Web Master by Agiz YL