Minggu, 04 Maret 2007 diposting pada kategori FOKUS UTAMA

Bung Karno, Islam, Pancasila & NKRI

"Jika kelompok lain begitu menghargai, mengagumi & sering menggunakan ajaran/pemikiran B.K yangbrilian & tetap relevan sampai saat ini, tentu akan sangat ironis jika kader PDIPerjuangan sendiri tidak bersikap & berperilaku seturut ajaran & pemikiran B.K dalam membawa & mengawal bangsa ini menuju bangsa yang BERSATU, BERDAULAT, ADIL & MAKMUR"
Bedah Buku ‘Bung Karno, Islam, Pancasila, NKRI’

Pemikiran Soekarno dalam Konteks Islam

Ideologi dan gagasan Soekarno tidak hanya mengilhami sekelompok organisasi masyarakat (Ormas) dan partai politik berfaham nasionalis saja, bentuk apresiasi terhadap pemikiran presiden Republik Indonesia pertama ini juga tidak luput dari perhatian Komunitas Nasionalis Religius Indonesia (KNRI).
Terbukti dalam peluncuran dan bedah buku bertajuk ‘Bung Karno, Islam, Pancasila, NKRI” yang terhelat di Museum NU, Surabaya, 3 Maret lalu. Dua editor buku yang tergabung dalam KNRI yaitu Iman Toto K. Rahardjo dan Suko Sudarso cukup relevan mengkaji dan mengumpulkan karya pidato, surat-surat Islam, sampai teks ceramah/amanat hari besar Islam dalam satu buku setebal 592 halaman tersebut.
“Buku ini merupakan kumpulan pemikiran dan gagasan Sukarno sepanjang sejarah hidup dan perjuangannya yang berpusar pada tiga hal yakni Islam, Pancasila, dan NKRI. Buku terhimpun hampir seluruh naskah tulisan, dan pidato tentang Islam dalam konteks Pancasila dan NKRI,” Suko Sudarso.
Dalam penyusunannya, kumpulan pemikiran Bung Karno ini dihasilkan dari ditemukannya arsip-arsip dalam rentang waktu 1933 sampai dengan 1967. Serta beberapa suntingan dari karya-karya Bung Karno yang sudah dirilis sebelumnya seperti Bung Karno dan Tata Dunia Baru, Bung Karno dan Partai Politik, Bung Karno dan Ekonomi Berdikari, Bung Karno dan Wacana Islam, Bung Karno dan Wacana Demokrasi dan Konstitusi, Bung Karno dan Ormas/Mahasiswa, serta kumpulan tulisan/sambutan lebih dari 100 tokoh nasional dan internasional pada peringatan 100 tahun Bung Karno (2001) yang berjudul Bung Karno: Bapakku, Guruku, Sahabatku, Pemimpinku.
Pada ajang bedah buku yang terhelat di salah satu tempat bersejarah masyarakat nadliyyin ini nampak dihadiri salah satu dewan pakar acara parodi politik News. Com (Republik BBM), Suko Widodo yang didaulat pula sebagai moderator, selain dua editor buku yakni Suko Sudarso dan Toto K. Rahardjo.
Sementara itu tidak ketinggalan ketua umum PKNU, Khoirul Anam yang akrab disapa Cak Anam memberikan sambutan, “Saya termasuk pengagum karya-karya pemikiran Sukarno yang tertuang dalam berbagai buku, tapi baru kali ini terlihat cetakan sampul berwarna hijau. Mencermati isi-isinya, gagasan dan pemikiran Soekarno dalam konteks Islam cukup mencerminkan betapa nasionalismenya tokoh-tokoh Islam pada masa lalu.”
Sekadar diketahui, kedua editor buku ini semasa mudanya sebagai aktivis yang mengalami dan merasakan langsung gemblengan Bung Karno. Terinspirasi, terpengaruh dan mengagumi pemikiran, ajaran, dan seluruh sepak terjang Bung Karno hingga menganggapnya sebagai murid dan terus mengembangkan pemikiran Bung Karno dalam tumbuh kembangnya sejarah bangsa. Hingga pada akhirnya menjadi satu bagian di Komunitas Nasionalis Religius Indonesia (KNRI), yaitu himpunan orang-orang yang peduli terhadap pemberdayaan masyarakat, khazanah budaya dan sejarah bangsa.
Satu pesan menarik disampaikan oleh INDAH KURNIA (tokoh perempuan Surabaya yang merupakan wakil ketua bidang Infokom DPD PDI Perjuangan Jawa-Timur) , yang juga hadir dalam acara tsb. :”Jika kelompok lain sangat menghargai, mengagumi B.K bahkan menggunakan ajaran-2/pemikiran2 beliau yang sangat brilliant & tetap relevan sampai saat ini , tentu akan sangat ironis jika kader PDIPerjuangan sendiri tidak bersikap & berperilaku seturut ajaran & pemikiran B.K dalam membawa & mengawal bangsa ini menuju bangsa yang bersatu, berdaulat , adil & makmur. Merdeka !(fonda}