"Silakan pilih, mau ke Nasdem atau tetap dengan partai. Kalau dipilih Nasdem atau dua-duanya maka PDI Perjuangan pasti mengeluarkan surat pemecatan," tegas Puan Maharani, Jumat (30/7).
Namun, kata Puan, sebelum pemecatan tersebut dilakukan, PDI Perjuangan secara khusus akan memanggil kader tadi untuk dimintai keterangan langsung. Setelah klarifikasi tersebut, jelas Puan, PDI Perjuangan memberi kebebasan kepada kadernya untuk menentukan pilihan.
Menurut Puan, keputusan pemecatan sebagai implementasi hasil Kongres III PDI Perjuangan di Bali. Kongres tersebut menegaskan, pengurus PDI Perjuangan dari pusat sampai daerah dilarang masuk salah satu organisasi masyarakat yang berafiliasi ke partai politik.
Sebagai partai terbuka, tambah dia, PDI Perjuangan tidak akan pernah memaksakan kehendak agar seseorang harus tetap menjadi kader. Sebab, katanya, pilihan tersebut terletak di tangan kader, apakah nantinya akan berganti warna menjadi kuning, hijau, biru dan sebagainya.
Sebelumnya, Wasekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengatakan, terlepas klaimnya sebagai ormas, Nasdem dianggap sebagai organisasi politik yang melakukan manuver politik.
Oleh karena itu, katanya, PDI Perjuangan melarang anggotanya gabung Nasdem karena melanggar pasal 18 AD/ART PDI Perjuangan, yang intinya mengatur bahwa setiap anggota partai dilarang menjadi anggota organisasi politik lainnya.
"Ini kami sampaikan melalui surat edaran. Intinya, diperlukan komitmen total seluruh anggota partai untuk membangun PDI Perjuangan. Tapi, Nasdem-nya tidak disebut secara spesifik," ujarnya. (pri)
Minggu, 01 Agustus 2010 diposting pada kategori KRONIK
Warning Kader yang 'Lirik' Nasdem
SABETAN
13/08/10 Spiral Kekerasan dari Silang...
09/06/08 Klepek-Klepek...
01/06/08 Dengar, Dengarkan Lao...
22/05/08 Ngutang Demi...
26/05/08 Good Bye Demokrasi Prosedural An...
15/05/08 Weladalah,...