*** Pemilu 2014 Belum Siap *** Perkuat Sektor Parlemen Agar Pemerintahan Efektif *** Pembekalan Caleg Berlanjut ke Dapil *** Jangan Lupakan Sejarah Perjuangan ***
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 30 Juni 2011 diposting pada kategori KRONIK

Bangun Wawasan Kebangsaan dengan Seni Budaya

SENI budaya dapat dijadikan media untuk membangkitkan rasa persatuan dan kebersamaan dalam suatu wawasan kebangsaan. Karena itulah Pemerintah Kota Probolinggo melaksanakan Program Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) 2011, yaitu pagelaran seni dan budaya pesisir Jawa Timur selama satu minggu, berlangsung mulai 25 Juni sampai 2 Juli 2011.
"Kegiatan ini adalah dalam rangka menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya kita yang beraneka ragam sehingga mampu membangkitkan persatuan diantara anak bangsa, khususnya yang di Probolinggo dan sekitarnya," kata M. Buchori, S.H., M.Si, Walikota Probolinggo usai acara Kirab Seni Budaya Semipro 2011, di depan kantor Walikota Probolinggo, Rabu (29/11).

Menurut Buchori, dalam Semipro ini seni budaya yang berabeka ragam mendapat apresiasi dan terus dikembangkan sebagai sarana membangun jati diri bangsa Indonesia. "Dalam Semipro ini hampir semua seni budaya tampil. Ya, ada macam macam ciri khas di masing masing daerah, tapi semua itu tetap bhineka tunggal ika," ujar Buchori, yang juga Wakil Ketua Bidang Pendidikan Kebudayaan Keagamaan DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut.

Selain itu, Buchori yakin bahwa kecintaan terhadap bangsa dan negara ini lebih mudah dibangun lewat seni budaya. Hal ini terlihat dalam wujud antusiasme warga Probolinggo dalam berpartisipasi memeriahkan pawai seni budaya yang makin meriah dari tahun ke tahun yang dimulai sejak 2008. "Kita ini berbeda beda budayanya, tapi, lihat peserta acara ini, perbedaan itu tidak menjadi persoalan. Kebersamaan mereka tinggi, pesertanya tahun lalu 40 kontingen, sekarang 54 kontingen. Insya Allah, tahun depan akan meningkat," kata Buchori optimistis tentang Semipro.

Semipro adalah program yang sangat nyata dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan diantara anak bangsa, yang pada gilirannya dapat membangkitkan rasa nasionalisme yang tinggi. "Program ini luar biasa. Inilah hebatnya, jika, daerah itu pemimpinnya seorang nasionalis tulen," kata H. Samanhudi, Walikota Blitar, yang hadir sebagai undangan dalam acara tersebut.

Menurutnya, program ini sangat mungkin untuk dikembangkan di daerah lain di Indonesia. Asalkan, pemimpin di daerah itu harus pemimpin yang memiliki sifat kerakyatan dan jiwa kebangsaan yang tinggi. "Tanpa pemimpin yang dicintai rakyat, sulit untuk menumbuhka partisipasi seperti di Probolinggo ini. Tapi, tanpa pemimpin yang nasionalis, ya, mungkin tidak ada acara seperti ini," ujar Hudi, sapan akrab Walikota Blitar ini mengakiri percakapan.

Dalam kirab ini hampir semua kabupaten di pesisir Jawa Timur menampilkan atraksinya. Bahkan kelompok etnis China dan Arabpun tidak ketinggalan menampilkan seni budayanya. Bahkan, dalam pawai tersebut menampilkan tari Yoshakoi dari Kota Kochi, Jepang, yang penarinya adalah pelajar pelajar kota Probolinggo.

"Lho, itu Pak Wali nari. Bagus, ya," celetuk seorang penonton ketika mengetahui walikotanya masuk arena menari tarian irama padang pasir yang ditampilkan pemuda Arab Remaja Masjid An-Nur Kota Probolinggo. Kontingen ini persembahan dari R.S. Husada Kota Probolinggo dan Dirut rumah sakitpun, yang juga keturunan Arab, ikut berjoget. Probolinggo memang luar biasa. (prd)


Copyright (c) 2007 - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
Host by pusathosting.com & Design by Topiq
Web Master by Agiz YL