*** Inalillaahi wa innailaihi raajiuun Keluarga Besar PDI Perjuangan Jawa Timur turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Haji Taufik Kiemas, Ketua MPR RI. Semoga amal ibadahnya diterimacAllah SWT *** PDI PERJUANGAN MENOLAK KENAIKAN TARIF LISTRIK ***
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 07 Juni 2012 diposting pada kategori Kliping Media

PDI Perjuangan Gelar Bulan Bung Karno

NAMA Proklamator Kemerdekaan Indonesia Soekarno dan berbagai visi serta pemikirannya tentang Pancasila tidak pernah tergerus waktu. Bahkan, dari ide-idenya tergambar sebuah visi yang besar mengenai Indonesia sebagai negara adidaya dunia.
Karenanya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar malam peringatan Hari Pancasila sekaligus peringatan Hari Lahir Soekarno ke-111.

Dalam acara bertajuk "Soekarno di Mata Dunia: Gagasan dan Tindakan", partai berlambang banteng itu mengharapkan masyarakat tidak melupakan ideologi utama dari ajaran Soekarno. Beberapa ideologi yang dibangun Soekarno adalah antiimperialisme, antikolonialisme, dan egalitarianisme.

"Bung Karno bukan sekadar tokoh bagi bangsa Indonesia. Beliau adalah Bapak Bangsa yang mendambakan keadilan dan keadaban global bagi setiap bangsa dan manusia," kata Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam sambutan tertulis pada acara tersebut, Rabu (6/6) malam.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam acara tersebut PDIP mencanangkan Bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno. Meski diselenggarakan oleh PDIP dan keluarga besar Soekarno, tidak ada atribut partai dalam acara tersebut.

Nuansa asli Indonesia justru terlihat kental dengan sajian tari-tarian dan musik khas Indonesia. Sejumlah foto Soekarno bersama berbagai tokoh dunia semasa hidup terpajang di sepanjang jalan masuk Grand Ballroom, Shopping Town West Mall, Hotel Indonesia Kempinski.

Lagu-lagu kebangsaan dan lagu daerah turut memeriahkan acara tersebut. Kemasan acara peringatan sengaja dibalut dalam nuansa kebudayaan untuk mengingatkan masyarakat bahwa Soekarno sejak dulu menginginkan bangsa Indonesia mencintai budaya bangsa sendiri dalam setiap kebhinekaannya.

Megawati berharap peringatan Bung Karno akan menyambungkan kembali generasi saat ini dengan ikatan sejarah yang telah rapuh.

"Dunia internasional sesungguhnya telah kehilangan Soekarno. Sayang sekali banyak gagasan dan tindakan Soekarno yang belum tersampaikan dengan baik pada rakyat," kata putri Soekarno itu.

Dalam acara ini, hadir sejumlah pejabat dan tokoh publik seperti Mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno, Ketua DPR RI Marzuki Alie, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Sekjen PPP Romahurmuziy, para politikus PDIP dan sejumlah politisi Senayan lainnya.

Beberapa perwakilan negara asing seperti dari China dan India turut menyumbangkan testimoni mengenai sosok Bung Karno di mata negara mereka. Menurut mereka, Bung Karno merupakan tokoh inspirasional bagi dunia.

Bung Karno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 silam dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Ia merupakan anak dari seorang mantri guru bernama R Soekemi Sosrodiharjo dan Nyoman Rai Sarimben.

Pada 1 Juni 1945 Soekarno menyampaikan pidatonya tentang Pancasila dan falsafah negara Indonesia merdeka. Pancasila lalu dimasukkan dalam pembukaan UUD 1945.

Pada 17 Agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan bangsa ini. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada 21 Juni 1970 di Blitar, Jawa Timur. (OX/OL-12)

Sumber: micom


Copyright (c) 2007 - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
Host by pusathosting.com & Design by Topiq
Web Master by Agiz YL