*** Pemilu 2014 Belum Siap *** Perkuat Sektor Parlemen Agar Pemerintahan Efektif *** Pembekalan Caleg Berlanjut ke Dapil *** Jangan Lupakan Sejarah Perjuangan ***
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 22 September 2012 diposting pada kategori KRONIK

Peringatan HUT Kota Probolinggo ke-653

Dari, Oleh, dan Untuk Tukang Becak

PERINGATAN hari jadi Kota Probolinggo tahun ini menjadi berkah bagi sebagian besar tukang becak. Ratusan becak disewa pemkot untuk pawai budaya. Becak-becak itu pun dipancal keliling kota oleh para pejabat dan pegawai pemkot.
Jalan-jalan di Kota Probolinggo kembali disesaki warga. Kali ini, Minggu (23/9) siang, mereka larut dalam kemeriahan menyaksikan pawai budaya memperingati hari jadi kota yang memiliki 5 kecamatan ini. Lautan manusia terkonsentrasi di ruas jalan yang diapit alun-alun dan stasiun kereta api, tempat finish karnaval.

Berdasarkan catatan panitia acara, ada 52 peserta pawai ambil bagian dalam acara itu. Dari instansi pemerintah, swasta, sekolah, partai politik, hingga organisasi masyarakat. Mereka menampilkan kesenian dan budaya lokal semisal Jaran Bodhag dan Kelabang Songo. Kebanyakan peserta menggunakan becak sebagai 'bahan dasar' untuk menampilkan kreasi masing-masing. Dihias sedemikian rupa tentunya.

"Ada sekitar lima ratusan becak yang dipakai," kata Oka, seorang panitia acara memperkirakan jumlah becak yang dilibatkan dalam acara itu. "Dinas Pendidikan saja menggunakan 150 becak, kesekretariatan daerah pakai 40 becak. Belum dinas-dinas yang lain," katanya.

Menariknya, becak hias masing-masing kontingen (satuan kerja) dikayuh para pegawai pemkot. Rombongan becak tiap kontingen dipimpin langsung kepala satuan kerja masing-masing. Dengan mengayuh becak tersebut tentunya. Sementara tukang becak asli berjalan kaki di antara barisan becak.

"Selamat datang para peserta. Untuk para abang becak, jangan berkecil hati. Walikota (HM Buchori) kita, masa lalunya juga dari tukang becak, siapa tahu bapak-bapak nanti bernasib baik seperti beliau," kata pembawa acara dari pengeras suara, menyambut kedatangan peserta. "Untuk para pejabat yang sedang mengayuh becak, selamat meresapi bagaimana susahnya menjadi rakyat kecil. Jangan hanya berebut jabatan," tambah sang pembawa acara.

Sementara itu, sejumlah abang becak yang ditemui Infokomnews di lapangan mengaku senang lantaran dilibatkan dalam kegiatan pemkot. Tidak saja karena pemasukan dari ongkos sewa becak, lebih dari itu, mereka merasa dihargai pemerintah. Untuk ongkos sewa sendiri dirasa menguntungkan bagi para abang becak ketimbang pendapatan di hari-hari biasa.

Tengok saja pengakuan Ngadi. Untuk keperluan acara itu becaknya dibooking Dinas Sosial selama 2 hari. Sehari untuk keperluan mendekorasi becak dan untuk pawai pada hari ini. "Untuk sewa dua hari saya dikasih Rp 140.000," aku Ngadi. "Kalau sehari-hari narik becak, paling tinggi dapat Rp 40.000," katanya dalam logat Madura.

Pernyataan senada diungkapkan pembecak lainnya, Ramli dan Sugiono. Malah, kata keduanya, semenjak start hingga finish keduanya tak ikut mengayuh becak. "Lumayan, tidak ikut mancal. Dari awal sampai selesai dipancal sama pegawai," kata Ramli.

Sementara Misto, pembecak yang biasa mangkal di kawasan pelabuhan, mengaku tidak dilibatkan pada acara hari itu. "Sebenarnya kepingin ikut pawai, tapi nggak diajak. Kata teman saya, masih nunggu giliran, mungkin tahun depan," ujarnya. (her)

Foto-foto pawai, klik: Di Sini


Copyright (c) 2007 - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
Host by pusathosting.com & Design by Topiq
Web Master by Agiz YL