Notice: Use of undefined constant mod - assumed 'mod' in /home/pdip/domains/pdiperjuangan-jatim.org/public_html/v03/index.php on line 8 Notice: Only variable references should be returned by reference in /home/pdip/domains/pdiperjuangan-jatim.org/public_html/libs/db.php on line 114 Notice: Only variable references should be returned by reference in /home/pdip/domains/pdiperjuangan-jatim.org/public_html/libs/db.php on line 114 Notice: Only variable references should be returned by reference in /home/pdip/domains/pdiperjuangan-jatim.org/public_html/libs/db.php on line 114 Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Melonjak
*** Jokowi-JK adalah kita *** Jokowi: Saya Haji, Bapak, Ibu, dan Adik Saya Juga Haji *** Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla *** Ir. H. Joko Widodo ***
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 31 Januari 2013 diposting pada kategori KRONIK

Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Melonjak

BIDANG Kesehatan Tenaga Kerja Perempuan dan Anak (KTKPA) DPD PDI Perjuangan Jatim mengkaji secara serius perundang-undangan ihwal hak-hak normatif anak menyusul tingginya tingkat kekerasan seksual yang menimpa anak-anak.
Menurut Wakil Ketua Bidang KTKPA Hari Putri Lestari, pada tahun ini pihaknya fokus mengkaji secara detil materi maupun pelaksanaan dari undang-undang yang mengatur adanya perlindungan terhadap anak. Yakni, UU Penghapusan KDRT dan UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Isi dari dua UU itu, kata perempuan yang akrab disapa Tari ini, secara umum sudah memberikan perlindungan yang layak bagi anak. Namun, dalam praktiknya, kasus kekerasan seksual dialami anak-anak semakin meningkat jumlahnya.

Lihat saja, kata Tari mengutip data dari Kelompok Perempuan Pro Demokrasi, tahun 2010 ada 552 perempuan dewasa maupun anak menjadi korban kekerasan. Dari jumlah itu, kekerasan seksual 64% yang meliputi 43% jenis perkosaan, 10% trafficking dan 11% kekerasan pelecehan seksual.

Dilihat dari usia, korban usia anak (0-18 th) mencapai 32%. Dari data itu pula diartikan secara kasar bahwa tiap 2 hari terjadi kasus perkosaan dengan kemungkinan pravalensi 30% adalah anak perempuan. "Pemerintah dan penegak hukum harus lebih serius lagi memperhatikan persoalan ini," katanya, Rabu (30/1).

Meski serius melakukan kajian, tambah Tari, Bidang KTKPA tetap masih melakukan pendampingan terhadap anak-anak korban kekerasan. Termasuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait yang menjadi palang pintu pencegahan perdagangan anak seperti pihak Bandara Juanda, kepolisian dan dinas tenaga kerja. "Koordinasi jalan terus," katanya.

Koordinasi dengan berbagai pihak seperti itu berhasil menggagalkan perdagangan belasan gadis belia akhir 2011 lalu. Berawal dari laporan Tari, 11 gadis belia asal NTT yang dicurigai akan dijual ke Pontianak berhasil diamankan petugas saat transit di Bandara Juanda Surabaya. (her)


Copyright (c) 2007 - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
Host by pusathosting.com & Design by Topiq
Web Master by Agiz YL