Notice: Use of undefined constant mod - assumed 'mod' in /home/pdip/domains/pdiperjuangan-jatim.org/public_html/v03/index.php on line 8 Notice: Only variable references should be returned by reference in /home/pdip/domains/pdiperjuangan-jatim.org/public_html/libs/db.php on line 114 Notice: Only variable references should be returned by reference in /home/pdip/domains/pdiperjuangan-jatim.org/public_html/libs/db.php on line 114 Notice: Only variable references should be returned by reference in /home/pdip/domains/pdiperjuangan-jatim.org/public_html/libs/db.php on line 114 90 % Gedung Sekolah di Surabaya Rawan Ambruk
*** Jokowi-JK adalah kita *** Jokowi: Saya Haji, Bapak, Ibu, dan Adik Saya Juga Haji *** Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla *** Ir. H. Joko Widodo ***
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 13 Januari 2013 diposting pada kategori SUARA FRAKSI

90 % Gedung Sekolah di Surabaya Rawan Ambruk

KOMISI D DPRD Surabaya mendesak pemerintah kota membentuk Tim Independen Pengawas Bangunan. Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Baktiono mengatakan, tim independen pengawas bangunan diperlukan untuk mengontrol dan mengawasi kualitas bangunan yang dibangun dari dana APBD Kota Surabaya.
"Wali kota harus bisa bentuk tim independen pengawas bangunan-bangunan. Kalau dari internal atau rekanan tidak akan efektif," ujar Baktiono di Balai Kota Surabaya, beberapa waktu lalu.

Diungkapkan Baktiono, dari seluruh gedung sekolah yang dibangun di Surabaya, sekitar 90 persen di antaranya berkualitas rendah dan rawan ambruk. "Hampir 90 persen, baik sekolah maupun bangunan yang ada. Makanya tim ini penting. Seperti di SDN Rangkah 1 itu kontraktor dan pengawasnya jadi tersangka, kami dukung itu karena anggaran harus sesuai dengan kualitas," tegasnya.

Menurut legislator yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan setempat itu, dalam pembangunan sekolah-sekolah di Surabaya, DPRD selalu menganggarakan bangunan dengan kualitas 1, agar dapat digunakan untuk jangka waktu lama. "DPR sudah anggarkan untuk Kw1. Tapi setelah jadi, kualitasnya rendahan, kelas 3 kebawah. Selama setahun terakhir, plafon, pintu sudah jebol semua. Harapan kami ini bisa sesuai kualitas yang sebenarnya," lanjutnya.

Komisi D minta tim independen pengawas bangunan yang dibentuk nantinya juga melibatkan banyak unsur seperti KPK, BPK, Kejaksaan, Kepolisian, serta Pemerintah Kota sendiri. "Pemkot tidak usah banyak, satu saja sebagai koordinator, sehingga uang rakyat sesuai perencanaan dan harapan kami," imbuh Baktiono.

Selama ini Pemerintah Kota Surabaya dianggap lebih banyak memperhatikan masalah keindahan kota dengan membangun banyak taman. Namun pembangunan fisik sekolah-sekolah kurang mendapatkan pengawasan dan perhatian secara serius.

"Taman dikurangi, dikonsentrasikan untuk bangun sekolah-sekolah yang baru dengan kualitas terbaik, sehingga bisa bertahan puluhan tahun. Selama ini bangunan peninggalan Belanda yang bertahan lama. Padahal semua dianggarkan dengan kualitas terbaik," ungkap dia. (ptr)


Copyright (c) 2007 - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
Host by pusathosting.com & Design by Topiq
Web Master by Agiz YL